Translate

Friday, 3 February 2012

Pengaruh Proses-Proses di Atmosfer Terhadap Kesehatan

 
Proses-Proses diatmosfer berpengaruh pada:
            a. Penipisan lapisan ozon                         
kloro fluoro karbon (atau nama populernya freon) adalah senyawa kimia yang mula-mula banyak digunakan dalam kulkas dan AC ketika freon dilepaskan ke atmosfer. Ia akan terus-menerus menyerang molekul-molekul ozon (O3) sehingga molekul oksigen biasa (O2)yang tidak mampu menyerap sinar UV. Ini  menyebabkan menipisnya lapisan ozon sehingga akan meningkatkan persentase sinar UV yang mencapai bumi. Sinar UV berlebihan sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan meningkatnya kasus kanker kulit dan katarak mata.



            b. Pencemaran udara          
Pencemaran udara oleh gas karbonmonoksida  
            Knalpot kendaraan bermotor menghasilkan gas buang yang mencemari udara, satu diantaranya gas karbonmonoksida (CO). Ketika gas ini dihirup dan masuk keparu-paru, karbon monoksida jauh lebih mudah diikat oleh hemoglobindalam darah dari pada oksigen. Reaksi antara hemoglobin dengan karon monoksida dikenal dengan karboksi hemoglobin (COHb). Celakanya karbon monoksida yang diikat oleh hemoglobin tidak mudah lepas. Efek keracunan ini terhadap kesehatan manusia bergantung pada konsentrasi COHb. Untuk konsentrasi 50% atau lebih, penderita akan pingsan dan akan berujung pada kematian.

Pencemaran udara oleh timbel
Keracunan timbel terutama sangat berbahaya bagi ibu hamil dan anak dibawah 5 tahun yang masih mengalami pertumbuhan otak. Jika anak baru lahir sampai umur 5 tahun yang mengalami keracunan timbel, otak anak tersebut akan terganggu dan IQ-nya melemah.
Zat partikulat
            Zat partikulat terdiri dari partikel-partikel padat kecil (1/1,000,000 meter) dan butir-butir cairan yang dihamburkan ke udara.  Sumber utama dari partikel-partikel kasar berasal dari lalu lintas kendaraan, aktivitas pertanian, proses-proses industri, dan  partikel-partikel asap dari pembakaran bahan bakar. Jika partikel-partikel ini berkumpul diparu-paru, dapat mengganggu kemampuan paru-paru dalam proses pernafasan.  
Sulfur dioksida
            Sulfur dioksida (SO2) diproduksi ketika sulfur yang terkandung dalam bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas alam) dibakar. Sulfur dioksida memiliki suatu bau tajam, mengganggu jaringan penafasan, dan memperburuk penderita asma dan kondisi-kondisi sistem pernafasan lainnya. Partikel ini juga bereaksi terhadap air, oksigen, dan material-material lain dalam udara untuk membentuk asam yang mengandung sulfur. Asam ini dapat menempel pada partikel-partikel yang ketika dihirup adalah sangat korosif terhadap jaringan paru-paru.

No comments:

Post a Comment