Translate

Friday, 3 February 2012

penyimpangan sosial

Perilaku penyimpangan (deviasi sosial) adalah semua bentuk perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang ada. Perilaku penyimpangan dapat terjadi di mana saja, baik di keluarga maupun di masyarakat. Menurut G. Kartasaputra, perilaku penyimpangan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak sesuai atau tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik yang dilakukan secara sadar ataupun tidak.
1. Hal-Hal yang Memengaruhi Terjadina Perilaku Penyimpangan
Terjadinya perilaku penyimpangan dapat dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini.
a. Tidak mempunyai seseorang sebagai panutan dalam memahami dan meresapi tata nilai atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kondisi semacam ini lazim disebut sebagai hasil proses sosialisasi yang tidak sempurna. Akibatnya, ia tidak bisa membedakan hal-hal yang baik ataupun yang buruk, benar atau salah, pantas atau tidak pantas, dan sebagainya.
b. Pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik, misalnya lingkungan yang sering terjadi tindak penyimpangan, seperti prostitusi, perjudian, mabuk-mabukan, dan sebagainya.
c. Proses bersosialisasi yang negatif, karena bergaul dengan para pelaku penyimpangan sosial, seperti kelompok preman, pemabuk, penjudi, dan sebagainya.
d. Ketidakadilan, sehingga pihak-pihak yang dirugikan melakukan protes, unjuk rasa, bahkan bisa menjurus ke tindakan anarkis.
2. Bentuk-Bentuk Penyimpangan
Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dilihat berdasarkan kadar penyimpangannya dan dilihat berdasarkan pelaku penyimpangannya.
a. Berdasarkan Kadar Penyimpangan
1 ) Penyimpangan primer
Penyimpangan primer disebut juga penyimpangan ringan. Para pelaku penyimpangan ini umumnya tidak menyadari bahwa dirinya melakukan penyimpangan. Penyimpangan primer dilakukan tidak secara terus menerus (insidental saja) dan pada umumnya tidak begitu merugikan orang lain, misalnya mabuk saat pesta, mencoret-coret tembok tetangga, ataupun balapan liar di jalan. Penyimpangan jenis ini bersifat sementara (temporer), maka orang yang melakukan penyimpangan primer, masih dapat diterima oleh masyarakat.
2 ) Penyimpangan sekunder
Penyimpangan sekunder disebut juga penyimpangan berat. Umumnya perilaku penyimpangan dilakukan oleh seseorang secara berulang-ulang dan terus menerus meskipun pelakunya sudah dikenai sanksi. Bentuk penyimpangan ini mengarah pada tindak kriminal, seperti pembunuhan, perampokan, dan pencurian. Penyimpangan jenis ini sangat merugikan orang lain, sehingga pelakunya dapat dikenai sanksi hukum atau pidana.
b . Berdasarkan Pelaku Penyimpangan
1 ) Penyimpangan individu (individual deviation)
Penyimpangan jenis ini dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan orang lain. Contohnya seorang pejabat yang korupsi, oknum polisi yang melakukan pemerasan terhadap individu yang memiliki suatu kasus, suami atau istri yang selingkuh, dan anak yang durhaka terhadap orang tua. Dilihat dari kadarnya penyimpangan perilaku yang bersifat individual, menyebabkan pelakunya mendapat sebutan seperti pembandel, pembangkang, pelanggar, bahkan penjahat.
2 ) Penyimpangan kelompok (group deviation)
Penyimpangan jenis ini dilakukan oleh beberapa orang yang secara bersama-sama melakukan tindakan yang menyimpang. Contohnya pesta narkoba yang dilakukan kelompok satu geng, perkelahian massal yang dilakukan antarkelompok suku, ataupun pemberontakan. Penyimpangan kelompok biasanya sulit untuk dikendalikan, karena kelompok-kelompok tersebut umumnya mempunyai nilai-nilai serta kaidah-kaidah sendiri yang berlaku bagi semua anggota kelompoknya. Sikap fanatik yang dimiliki setiap anggota terhadap kelompoknya menyebabkan mereka merasa tidak melakukan perilaku yang menyimpang. Hal tersebut menyebabkan penyimpangan kelompok lebih berbahaya daripada penyimpangan individu.

3 ) Penyimpangan campuran (mixture of both deviation)
Penyimpangan campuran diawali dari penyimpangan individu. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, ia (pelaku penyimpangan) dapat memengaruhi orang lain, sehingga ikut melakukan tindakan menyimpang seperti halnya dirinya. Contoh penyimpangan campuran adalah sindikat narkoba, sindikat uang palsu, ataupun demonstrasi yang berkembang menjadi amuk massa.
3. Sifat-Sifat Penyimpangan
Dilihat dari sifatnya, penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyimpangan sosial yang bersifat positif dan yang bersifat negatif.
a. Penyimpangan yang Bersifat Positif

Penyimpangan yang bersifat positif merupakan suatu bentuk penyimpangan atau perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, tetapi mempunyai dampak positif terhadap dirinya maupun masyarakat. Penyimpangan ini memberikan unsur inovatif dan kreatif sehingga dapat diterima oleh masyarakat, meskipun caranya masih belum umum atau menyimpang dari norma yang berlaku. Misalnya, pada masyarakat yang masih tradisional, perempuan yang melakukan aktivitas atau menjalin profesi yang umum dilakukan oleh laki-laki seperti berkarir di bidang politik, menjadi pembalap, sopir taksi, anggota militer dan lain-lain oleh sebagian orang masih dianggap tabu. Namun hal tersebut mempunyai dampak positif, yaitu emansipasi wanita.
b . Penyimpangan yang Bersifat Negatif
Penyimpangan yang bersifat negatif merupakan penyimpangan yang cenderung mengarah pada tindakan yang dipandang rendah, berdampak buruk serta merugikan bagi pelaku dan juga masyarakat. Bobot penyimpangan negatif dapat dilihat dari norma-norma atau nilai-nilai yang telah dilanggar. Pelanggaran terhadap norma-norma kesopanan dinilai lebih ringan dibanding pelanggaran terhadap norma hukum. Contoh penyimpangan yang bersifat negatif, membolos, pembunuhan, pencurian, korupsi, dan sebagainya.

matahari


Matahari dapat kita lihat dilangit karena matahari memancarkan cahaya, yang sumbernya ada dalam matahari itu sendiri. Karena suhunya sangat tinggi ,kira-kira 54000C (bandingkan dengan suhu bumi, yaitu 580C), maka materi-materi dalam matahari tidak mungkin berbentuk padat, cair, atau gas biasa. Dengan demikian, wujud zat dibagi menjadi empat, yaitu: padat, cair, gas, dan plasma.


            Selain Matahari, benda langit yang juga berbentuk gas pijar dan memancarkan cahayanya sendiri adalah bintang. Kesamaan lain antara Matahari dan bintang adalah dalam spektrum dan proses pembentukan energinya. Baik mtahari maupun bintang memproduksi sumber energinya berdasarkan reaksi fusi inti. Karena kesamaan inilah maka matahari dikelompokan sebagai bintang.
            Diantara miliaran bintang dilangit, matahari adalah bintang yang sedang saja besarnya. Masih banyak bintang lain yang lebih besar, lebih panas, dan lebih cerah dari matahari, contohnya bintang cirius. Matahari berjarak kira-kira 150 juta kilometer dari bumi, sedangkan bintang kedua yang terdekat dari bumi adalah Proxima Centauri, yang berjarak kira-kira 40,000 milar kilometer dari bumi (300,000 kali jarak Matahari-bumi).
            Ukuran Matahari sangatlah besar, kira-kira 1,300,000 bumi; 109 bola bumi dapat menutupi permukaan luar matahari. Walau matahari hanyalah bintang biasa, ia sangatlah penting karena memberikan kepada bumi, panas dan cahaya yang diperlukan untuk menopang semua kehidupan dibumi.  
A. Proses Pembentukan Energi Matahari
Dari analisis spektrum Matahari diperkirakan matahari mengandung 75% unsur hidrogen, 20% unsur helium, dan 5% unsur-unsur lebih berat ( oksigen, karbon, dan neon). Karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi dalam inti matahari (kira-kira 15 juta kelvin), terjadilah reaksi fusi dua inti hidrogen membentuk santu inti helium. Karena kinti helium hasil fusi lebih kecil dari pada jumlah masa kedua inti hedrogen, maka terjadi kehilangan masa (∆m), yang diubah menjadi energi E, berdasarkan rumus Einstein E=∆mc2 , dengan c=3×108 m/s adalah cepat rambat cahaya dalam vakum.
Setiap detik massa matahari berkurang kira-kira 4,6 juta ton untuk menghasilkan 1,4×1026 energi didalam inti matahari. Energi ini setara dengan 30 juta truk tangki bensin. Dengan laju 4,6 juta ton per detik, diperkirakan matahari masih dapat bersinar selama 5 miliar tahun lagi sebelum akhirnya musnah. Bumi kita hanya menerima kira-kira setengah miliar dari energi total yang dipancarkan matahari.
B. Susunan Lapisan-Lapisan Matahari
Matahari disusun oleh empat lapisan, secara urut yaitu inti, fotosfer, kromosfer, dan korona. Inti Matahari adalah bagian dalam

Matahari yang merupakan pusat Matahari. Bagian ini adalah bagian paling panas dan paling padat, suhunya mencapai 15 juta kelvin dan tekanannya 200 miliar kali tekanan permukaan bumi. Suhu dari tekanan yang sangat tinggi inilah yang menyebabkan dua inti hidrogen dapat bergabung (fusi nuklir) menghasilkan energi matahari yang sangat besar.
Ada dua cara perambatan, yaitu yang pertama dalam zona radiasi, yaitu dari inti matahari menuju kebagian yang dekat dari permukaan matahari, energi merambat secara radiasi melalui gas pijar (plasma) yang terdapat pada dalam matahari. Yang kedua dalam zona konveksi, yaitu dari bagian dekat permukaan matahari menuju permukaan matahari (fotosfer), energi merambat secara konveksi. Jadi, didalam zona konveksi, gas-gas panas bergerak keatas dan gas-gas yang lebih dingin bergerak kebawah.
Fotosfer atau lapisan cahaya  adalah lapisan matahari yang dapat kita. Ia tampak menyerupai piringan emas yang terang. Fotosfer merupakan daerah yang agak tipis dengan kedalaman sekitar 500km atau kurang dari1/2000 jari-jari matahari. Suhu fotosfer pada bagian dalam mencapai 6,000 K dan berkurang menjadi 4,300 K pada bagian luar.
Lapisan yang terdapat diatas fotosfer disebut atmosfer Matahari. atmosfer ini sebagian besar terdiri dari gas hidrogen. Atmosfer matahari tersusun atas dua lapisan, lapisan bawah atau paling dekat dengan fotosfer disebut kromosfer atau bola warna. Lapisan atas atau  sebelah luar disebut korona atau mahkota. Lapisan kromosfer menjulang 12,000 km diatas fotosfer, memiliki ketebalan kira-kira 2,400 km, dan suhu pada bagian atasnya lebih dari 10,000 K.
Ada dua alasan mengapa kita dibumi tidak bisa melihat kromosfer dan korona, yaitu:
1. intesitas sinar yang dipanacarkan kromosfer dan korona tidak sekuat yang dipancarkan fotosfer, sehingga cahaya yang menyilaukan dari fotosfer merintangi kita untuk melihat keduanya.
2. efek atmosfer bumi juga merintangi kita untuk melihat keduanya.
            Akan tetapi, selama suatu gerhana matahari total, yaitu ketika bulan menutupi kromosfer, kita dapat melihat atmosfer matahari (kromosfer dan korona). Selama gerhana total berlangsung, fotosfer tertutup oleh bulan dan akan tampak dengan mata telanjang, suatu bentuk mahkota disebelah luar cincin yang bersinar merah(kromosfer). bentuk mahkota inilah yang disebut korona. Karena itu korona disebut juga “mahkota” matahari. Atau kita tidak usah menunggu gerhana matahari total tiba, karena kita dapat melihat atmosfer matahari dengan teleskop khusus yang disebut koronagraf (coronagraph), yang menghasilkan gerhana matahari total buatan (teleskop ini memiliki sebuah cakram hitam yang diletakan sedemikian sehingga menutupi cahaya dari fotosfer).

Pengaruh Proses-Proses di Atmosfer Terhadap Kesehatan

 
Proses-Proses diatmosfer berpengaruh pada:
            a. Penipisan lapisan ozon                         
kloro fluoro karbon (atau nama populernya freon) adalah senyawa kimia yang mula-mula banyak digunakan dalam kulkas dan AC ketika freon dilepaskan ke atmosfer. Ia akan terus-menerus menyerang molekul-molekul ozon (O3) sehingga molekul oksigen biasa (O2)yang tidak mampu menyerap sinar UV. Ini  menyebabkan menipisnya lapisan ozon sehingga akan meningkatkan persentase sinar UV yang mencapai bumi. Sinar UV berlebihan sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan meningkatnya kasus kanker kulit dan katarak mata.



            b. Pencemaran udara          
Pencemaran udara oleh gas karbonmonoksida  
            Knalpot kendaraan bermotor menghasilkan gas buang yang mencemari udara, satu diantaranya gas karbonmonoksida (CO). Ketika gas ini dihirup dan masuk keparu-paru, karbon monoksida jauh lebih mudah diikat oleh hemoglobindalam darah dari pada oksigen. Reaksi antara hemoglobin dengan karon monoksida dikenal dengan karboksi hemoglobin (COHb). Celakanya karbon monoksida yang diikat oleh hemoglobin tidak mudah lepas. Efek keracunan ini terhadap kesehatan manusia bergantung pada konsentrasi COHb. Untuk konsentrasi 50% atau lebih, penderita akan pingsan dan akan berujung pada kematian.

Pencemaran udara oleh timbel
Keracunan timbel terutama sangat berbahaya bagi ibu hamil dan anak dibawah 5 tahun yang masih mengalami pertumbuhan otak. Jika anak baru lahir sampai umur 5 tahun yang mengalami keracunan timbel, otak anak tersebut akan terganggu dan IQ-nya melemah.
Zat partikulat
            Zat partikulat terdiri dari partikel-partikel padat kecil (1/1,000,000 meter) dan butir-butir cairan yang dihamburkan ke udara.  Sumber utama dari partikel-partikel kasar berasal dari lalu lintas kendaraan, aktivitas pertanian, proses-proses industri, dan  partikel-partikel asap dari pembakaran bahan bakar. Jika partikel-partikel ini berkumpul diparu-paru, dapat mengganggu kemampuan paru-paru dalam proses pernafasan.  
Sulfur dioksida
            Sulfur dioksida (SO2) diproduksi ketika sulfur yang terkandung dalam bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas alam) dibakar. Sulfur dioksida memiliki suatu bau tajam, mengganggu jaringan penafasan, dan memperburuk penderita asma dan kondisi-kondisi sistem pernafasan lainnya. Partikel ini juga bereaksi terhadap air, oksigen, dan material-material lain dalam udara untuk membentuk asam yang mengandung sulfur. Asam ini dapat menempel pada partikel-partikel yang ketika dihirup adalah sangat korosif terhadap jaringan paru-paru.

pelapukan



Pelapukan adalah memecahkan batuan dan mungkin mengubah susunan kimia batuan pada atau didekat permukaan Bumi. Ada 2 jenis pelapukan, yaitu:
            a. Pelapukan Mekanik
Pelapukan Mekanik atau fisik adalah proses memecahkan batuan besar menjadi kecil dan batuan kecil menjadi halus, tanpa ada perubahan kimia pada mineral-mineral penyusunnya. Ada 5 proses alami pelapukan mekanik, yaitu: aksi air beku, pemuaian akibat pembebasan tekanan, pemuaian termal, tekanan dari kristal garam, dan kegiatan biologi.
            b. Pelapukan Kimia
Dalam pelapukan kimia, selain batuan besar pecah menjadi kecil, material bahan pun mengalami perubahan kimia. Ada 3 agen pelapukan kimia, yaitu air hujan, oksigen, dan asam. Tetapi diantara 3 agen itu, agen pelapukan kimia yang paling efektif adalah asam. Asam juga digolongkan sebagai asam kuat dan asam lemah. Asam sulfat dan asam fluorida adalah asam kuat yang dipancarkan oleh ledakan-ledakan gunung berapi. Asam kuat sangat merusak, karena mereka dapat membunuh pohon dan menyebabkan pelapukan kimia hebat terhadap batuan-batuan didekat gunung berapi (vulkanik).

Bulan sebagai satelit bumi

Bulan memiliki bopeng-bopeng berupa kawah karena bulan tidak memiliki atmosfer untuk membakar material-material yang masuk ke orbitnya. Walaupun Bulan jauh lebih kecil dari pada matahari, di bumi kita melihat bulan hampir sebesar matahari. Karena jarak bulan kebumi lebih dekat dari pada jarak matahari kebumi.

            Dibulan tidak mamiliki atmosfer sehingga menyebabkan : suhu dipermukaan bulan berubah sangat cepat, bunyi tidak dapat merambat dibulan, langit dibulan tampak hitam kelam, dan dibulan tidak ada kehidupan.
A. Periode Rotasi Bulan Dan Posisinya Terhadap Bumi
            Sebagai satelit alamiah bumi, bulan melakukan 3 gerakan sekaligus: 1. Bulan berputar pada porosnya sendiri.
                  2. Bulan beredar mengitari bumi
                  3. Bulan beredar bersama bumi mengitari matahari
            Bulan berevolusi mengitari bumi dengan arah “Timur” dan bidang orbit bulan membentuk sudut  terhadap bidang orbit bumi(ekliptika), disebut inklinasi bulan=50. Karena periode revolusi bulan sama dengan rotasinya, maka separo muka bulan yang tetap selalu menghadap bumi. Separo muka bulan membelakangi bumi, sehingga tidak pernah tampak dari bumi.
B. Fase Bulan
            Fase bulan adalah bentuk-bentuk bulan yang tampak berbeda oleh kita dibumi. Ada 4 macam fase bulan, yaitu: sabit, setengah bulat, benjol, dan purnama. Ada juga 3 aspek bulan, yaitu: konjungsi, kuartir, dan oposisi.
C. Kalender Hijriah atau Komariah
            Kalender ini didasarkan pada lama peredaran bulan dari bulan baru sampai bulan baru berikutnya, yaitu 29,5 hari, disebut periode sinodis. Karena itu, kalender ini disebut juga kalender bulan.
D. Gerhana
            Ada dua macam gerhana, yaitu gerhana bulan  dan gerhana matahari. Gerhana bulan disebabkan oleh bayangan bumi yang menutupi sinar matahari yang menuju kebulan, seperti pada . Pada saat itu bulan masuk ke umbra bumi. Umbra adalah bayangan inti (bayangan gelap atau bayangan sempurna). Sedangkan gerhana matahari disebabkan oleh bayangan bulan yang menutupi sinar matahari yang menuju kebumi, seperti pada.

bumi sebagai planet

1.      Bumi adalah planet ketiga yang hanya satu-satunya memiliki kehidupan. Planet bumi disebut juga Geo. Bumi diselimuti oleh atmosfer yang terdiri dari 79% nitrogen; 20% oksigen, argon, dan karbondioksida; dan 1% gas lain. Atmosfer ini berfungsi untuk melindungi bumi dari panas matahari . Bumi berotasi dari arah barat ke timur (berlawanan arah jarum jam) selama 24 jam, sebagai akibatnya terjadi siang dan malam, perbedaan waktu, dan perubahan musim. Sedangkan Bumi berevolusi selama 365 hari, sebagai akibatnya seolah-olah yang bergerak adalah matahari.


    Seperti yang telah kita ketahui, Bumi kita adalah salah satu planet dari kedelapan planet yang mengitari matahari. Sampai saat iniBumi adalah satu-satunya planet dimana ada kehidupan. Jika kita berada dijauh dari luar angkasa dan memandang kebawah, tampak bumi bagaikan kelereng biru putih atau disebut planet biru. Warna kebiru-biruan ini disebabkan 2/3 bagian pernukaan bumi berupa lautan.
           
            Bumi tidaklah bulat sempurna seperti bola, melainkan seperti jeruk besar, yaitu agak pepat di kedua kutubnya, dan agak menggembung disekitar khatulistiwa. Oleh karena itu, panjang garis khatulistiwa (12757 km)lebih panjang dari pada garis tengah kutub (12714 km).     
A. Rotasi Bumi Dan Akibatnya
            Bumi berotasi pada porosnya sendiri dengan arah berlawanan jarum jam dilihat dari luar angkasa (dari Barat keTimur). Periode rotasi bumi selama 1 hari atau 24 jam (lebih tepatnya 23 jam 56 menit 4.09 detik ). Bumi berotasi dan mengakibatkan: Pergantian siang dan malam hari, gerak semu harian benda langit, perbedaan waktu, pengembunan dikhatulistiwa dan pemampatan dikedua kutub.
B. Revolusi Bumi Dan Akibatnya
            Bumi berevolusi mengitari matahari dengan arah berlawanan jarum jam (dari Barat ke Timur). Periode revolusi bumi selama 365 hari   (lebih tepatnya selama 365 hari, 6 jam, 9 menit, 10 detik). Bumi berevolusi dan mengakibatkan: Pergantian musim, Perubahan lamanya siang dan malam, gerak semu tahunan matahari, terlihatnya rasi bintang dari bulan kebulan.
C. Kalender Yulian Dan Kalender Masehi
            Kalender Yulian menepatkan 1 tahun=365 hari untuk tahun biasa dan 366 hari untuk tahun kabisat. Satu hari ditambahkan pada bulan Februari, sehingga pada tahun biasa, bulan Februari= 28 hari dan pada tahun kabisat= 29 hari. Tahun kabisat menurut kalender Yulian adalah tahun yang bisa habis dibagi 4, misalnya pada tahun 1500, 1928, dan 2004. Sesuai dengan revolusi bumi, kalender ini kelebihan kira-kira 1 hari dalam 128 tahun.  Karena itu, kalender masehi menetapkan tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi 4 dan hanya tahun abad yang habis dibagi 400.