Translate

Sunday, 20 May 2012

Meditasi Dalam Agama Buddha

Dalam agama Buddha, dikenal dua macam meditasi:

   Yang pertama adalah meditasi untuk mencapai ketenangan (Samatha Bhavana). Dalam meditasi ini seseorang memusatkan pikirannya pada satu objek.dengan latihan yang sungguh-sungguh, maka akan dicapai ketenangan batin dan pada tingkatan tertentu, akan dapat dicapai kemampuan batin yang luar biasa.

   Yang kedua adalah meditasi untuk mencapai pandangan terang (Vipassana Bhavana). Dalam meditasi ini, seseorang mengamati segala gerak-gerik badan jasmani dan batin sehingga dapat mengerti dengan jelas apa sesungguhnya manusia itu. apabila dilatih dengan sungguh-sungguh, maka akan dapat mencapai tingkat-tingkat kesucian dan pada akhirnya dapat mencapai penerangan sempurna seperti sang Buddha.

Namun dua meditasi ini harus dilatih dibawah bimbingan seseorang yang ahli (mediator) dan sudah berpengalaman.


akan tetapi, meditasi yang sering dilakukan dan dianjurkan untuk dilaksanakan secara rutin dalah meditasi cinta kasih (Metta Bhavana). Meditasi ini dilakukan divihara setelah pembacaan parita-parita suci, atau dirumah dihadapan altar pada waktu-waktu tertentu.
untuk melakukan meditasi ini, pertama-tama seseorang duduk bersila dengan tubuh tegak dan mata terpejam.
kemudian membersihkan pikirannya dari segala kekotoran batin seperti marah, benci, dendam, seraka, dll. setelah pikirannya menjadi tenang dan damai, pancarkanlah pikiran cinta kasih ke segenap penjuru dengan harapan agar
"semoga semua makhluk tanpa terkecuali merasa berbahagia, terbebas dari kebencian, terbebas dari penderitaan, terbebas dari keserakahan, dan pada akhirnya mencapai kebahagiaan tertinggi, yaitu Nibbana

ada 11 keuntungan dari melaksanakan meditasi cinta kasih, yaitu:
  1. Tidur dengan nyenyak, tidak gelisah
  2. bangun tidur dengan segar
  3. tidak akan bermimpi buruk
  4. disayangi oleh sesama manusia
  5. disayangi oleh semua makhluk
  6. dilindungi para dewa
  7. tidak akan dilukai oleh api, racun, dan senjata
  8. mudah memusatkan pikiran
  9. memiliki wajah yang tenang dan berseri-seri (segar)
  10. meninggal dengan tenang
  11. terlahir dialam bahagia

*) Akan tetapi, praktekkanlah dengan tulus, karena jika kita mempraktekannya dengan mengharapkan sesuatu imbalan, maka tidak ada khasiatnya bagi kita dan seluruh makhluk hidup.
*) Tidak seperti makan cabai langsung pedas, jika kita ingin melihat semua makhluk hidup bahagia, praktekkanlah dengan rutin, bukan cuma satu kali saja

No comments:

Post a Comment