Bab I
Pendahuluan
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa sebuah prosessor
mengerjakan pekerjaannya secara berurutan, atau sequence, dengan menggunakan
konsep First in First out. Akan
tetapi, pernahkah terbayangkan jika tiba-tiba muncul pekerjaan yang harus
dikerjakan terlebih dahulu oleh prosessor, dan itu sangat penting? Tidak
mungkin pekerjaan yang penting itu, harus menunggu antrian pekerjaan
sebelum-sebelumnya yang sudah lama mengantri bukan? Bisa-bisa jika pekerjaan
penting itu tidak ditangani secara cepat oleh prosessor, itu akan berdampak
pada kerusakan dari perangkat komputer, baik itu perangkat keras maupun
perangkat lunak. Oleh karena itu, saat ini sudah ada sistem yang berada dalam Operating System, yang mengurusi
pemberitahuan pekerjaan penting yang harus dikerjakan terlebih dahulu, yaitu Interrupt. Dengan Interrupt, kita bisa diberitahu masalah penting yang harus
dikerjakan terlebih dahulu, agar dapat menjaga program berjalan dengan aman.
Adapun beberapa rumusan masalah yang akan dibahas pada pembahasan kali
ini, yaitu:
1.
Apa itu Interrupt?
2.
Apa yang menyebabkan Interrupt, dan bagaimana pencegahannya?
3.
Apa saja tipe-tipe Interrupt?
4.
Bagaimana proses Interrupt terjadi?
Tujuan dan manfaat dari pembuatan paper ini adalah agar pembaca dapat
lebih memahami mengenai Interrupt dan
dapat mengatasi masalah Interrupt
ini, jika terjadi pada suatu hari nanti.
Bab II
Pembahasan
Pembahasan
2.1. Tentang Interrupt
Interrupt atau jika kita artikan dalam kamus bahasa inggris, berarti
menyela, merupakan sebuah pesan penting yang muncul secara tiba-tiba atau
menyela pekerjaan kita dalam komputer tersebut, yang harus segera ditangani
terlebih dahulu, dan menomor duakan pekerjaan kita yang sedang dikerjakan, pada
saat pesan penting itu muncul.
Jika di ilustrasikan, bayangkan
ketika kamu sedang melakukan suatu aktivitas, seperti bermain game di komputer
kamu. Ketika kamu belum menyelesaikan game yang kamu mainkan, tiba-tiba telepon
kamu berdering, sehingga kamu harus
menghentikan permainan yang sedang kamu mainkan, dan segera mengangkat telepon
masuk itu. Setelah kamu selesai bertelepon, barulah kamu melanjutkan game yang
kamu mainkan tersebut. Dan telepon yang berdering itu, dinamakan Interrupt.
Interrupt ini terjadi di prosessor pada setiap komputer, dan
terdapat 2 jenis Interrupt yang
diterima oleh prosessor, yaitu:
A.
Hardware Interrupt
Interrupt yang dikirim oleh hardware melalui jalur khusus. Seperti pesan yang dikirim ke prosessor saat tombol keyboard ditekan.
Interrupt yang dikirim oleh hardware melalui jalur khusus. Seperti pesan yang dikirim ke prosessor saat tombol keyboard ditekan.
B.
Software Interrupt
merupakan fungsi-fungsi yang terdapat pada BIOS maupun sistem operasi, yang mempermudah pemrograman, daripada menulisnya sendiri dari awal. Software Interrupt pun terbagi 2, yaitu:
merupakan fungsi-fungsi yang terdapat pada BIOS maupun sistem operasi, yang mempermudah pemrograman, daripada menulisnya sendiri dari awal. Software Interrupt pun terbagi 2, yaitu:
a.
Interrupt
BIOS (Basic Input Output System)
Diwujudkan dalam bentuk interupsi software berjumlah 32 dan akses pelayanannya tinggal memerintahkan dengan instruksi INT nH asal parameternya diwajibkan telah terpenuhi dahulu. INT nH terdiri dari 00H sampai 1FH yang disusun berurutan dan diberi servis number (nomor pelayanan) tersendiri.
Diwujudkan dalam bentuk interupsi software berjumlah 32 dan akses pelayanannya tinggal memerintahkan dengan instruksi INT nH asal parameternya diwajibkan telah terpenuhi dahulu. INT nH terdiri dari 00H sampai 1FH yang disusun berurutan dan diberi servis number (nomor pelayanan) tersendiri.
b.
Interrupt
DOS (Disk Operating System)
Merupakan interupsi dari software Sistem Operasi yang terdiri dari INT 20H (Interrupt 20H), yang bertugas untuk memberhentikan proses komputer terhadap program COM, untuk kembali ke DOS dan INT 21H (Interrupt 21H) untuk operasi Input/Output.
Merupakan interupsi dari software Sistem Operasi yang terdiri dari INT 20H (Interrupt 20H), yang bertugas untuk memberhentikan proses komputer terhadap program COM, untuk kembali ke DOS dan INT 21H (Interrupt 21H) untuk operasi Input/Output.
2.2. Penyebab terjadinya Interrupt
a)
Program, terjadi akibat eksekusi suatu instruksi
b)
Timmer, disebabkan oleh timmer prosessor
c)
I/O, disebabkan oleh I/O controller baik sebagai
tanda bahwa operasi telah selesai maupun memberi tanda error
d)
Kegagalan hardware, disebabkan oleh kesalahan
hardware seperti power failure dan memory parity error
2.3. Pencegahan Interrupt
Tentunya masing-masing dari kita
tidak menginginkan hal ini terjadi dalam komputer kita. Berikut adalah pencegahan terjadinya Interrupt:
1.
Interrupt
Handler
Jika terjadi interupsi, maka kendali prosessor diserahkan ke bagian penata interupsi pada sistem operasi, maka penata interupsi inilah yang akan melaksanakan interupsi tersebut.
Jika terjadi interupsi, maka kendali prosessor diserahkan ke bagian penata interupsi pada sistem operasi, maka penata interupsi inilah yang akan melaksanakan interupsi tersebut.
a.
Instruksi yang sedang diolah oleh prosessor
dibiarkan sampai selesai program
b.
Penata interupsi merekam semua informasi proses
kedalam blok kendali proses
c.
Penata interupsi mengidentifikasi jenis dan asal
interupsi
d.
Penata interupsi mengambil tindakan sesuai
dengan yang dimaksud interupsi
e.
Penata interupsi mempersiapkan segala sesuatu
untuk pelanjutan proses yang diinterupsi
2.
Error Handler
Yaitu interupsi karena kekeliruan pada pengolahan proses dan bagian pada sistem operasi yang menata kegiatan akibat kekeliruan.
Yaitu interupsi karena kekeliruan pada pengolahan proses dan bagian pada sistem operasi yang menata kegiatan akibat kekeliruan.
a.
Pemulihan, komputer
telah dilengkapi dengan sandi penemuan dan pemulihan kekeliruan. Sehingga
ketika menemukan kekeliruan sandi akan mengoreksi kekeliruan itu, dan proses
pulih kembali ke bentuk semula sebelum terjadi kekeliruan
b.
Pengulangan, mengatur
agar proses yang membangkitkan interupsi keliru dikerjakan ulang. Jika
kekeliruan dapat diatasi maka proses akan berlangsung seperti biasa, jika tidak
teratasi maka interupsi akan menempuh tindak lanjut keluar dari proses
c. Keluar dari proses, penata keliru menyiapkan tampilan
berita keliru pada monitor, setelah itu processor keluar dari proses , ini
adalah tindakan terakhir jika tidak dapat menolong proses yang keliru tersebut.
2.4. Tipe-tipe Interrupt
a)
Clock Interrupt
Merupakan tipe yang menentukan proses yang sedang berjalan, telah mengeksekusi sesuai waktu yang sudah ditentukan
Merupakan tipe yang menentukan proses yang sedang berjalan, telah mengeksekusi sesuai waktu yang sudah ditentukan
b)
I/O Interrupt
Tipe interupsi yang menentukan input/output yang harus dilakukan oleh sistem operasi, dimana peralatan input/output meminta sebuah layanan
Tipe interupsi yang menentukan input/output yang harus dilakukan oleh sistem operasi, dimana peralatan input/output meminta sebuah layanan
c) Page/memory
fault
pemroses menemui pengacuan alamat memori maya yang tidak terdapat di memori utama (fisik). Sistem operasi segera memerintahkan untuk mengambil page yang terdapat alamat yang dimaksud untuk dipindah ke memori utama.
pemroses menemui pengacuan alamat memori maya yang tidak terdapat di memori utama (fisik). Sistem operasi segera memerintahkan untuk mengambil page yang terdapat alamat yang dimaksud untuk dipindah ke memori utama.
2.5. Proses Interrupt
Sebuah Interrupt memancing
terjadinya beberapa kondisi, baik didalam perangkat kerasi prosessor, dan
didalam software. Ketika sebuah perlengkapan Input/Output
menyempurnakan sebuah operasi Input/Output, terjadilah kejadian secara
ber-urutan, sebagai berikut:
- Perangkat memberikan sebuah sinyal Interrupt (Selaan) kepada prosessor
- Prosessor menyelesaikan proses eksekusi terhadap instruksi pada saat itu, sebelum merespon untuk Interrupt
- Prosessor mencoba untuk menunda sebuah
permintaan interrupt, kemudian
menentukan bahwa terdapat sebuah masalah, dan mengirim sebuah sinyal balasan
kepada perangkat mengenai kemunculan Interrupt.
Pemberitahuan mengijinkan perangkat itu untuk menghapus sinyal Interrupt nya
- Kemudian prosessor dipersiapkan untuk
memindahkan kendali, untuk mengganggu kegiatan/rutinitas kita di komputer pada
saat itu. Untuk memulainya, prosessor menyimpan informasi yang dibutuhkan untuk
melanjutkan program pada saat itu, di titik Interrupt.
Informasi minimum yang dibutuhkan adalah Program Status Word (PWS), yang
mengandung informasi status mengenai proses yang berjalan pada saat itu, dan
lokasi dari instruksi untuk di eksekusi, yang mana berada didalam Program
Counter. Ini dapat didorong ke sebuah control stack.
- Processor kemudian membuka program yang
berlawanan dengan lokasi yang dimasukkan oleh pengaturan interrupt (Interrupt handling) yang akan merespond pada interrupt ini. Bergantung pada computer
architecture, dan OS Design, ini memungkinkan dapat menjadi sebuah program
sendiri, untuk masing-masing dari tipe dari Interrupt,
atau satu untuk masing-masing dari perangkat, dan masing-masing dari Interrupt. Jika ada lebih dari 1 interrupt-handling, prosessor harus menentukan yang mana yang harus
dipanggil. Informasi ini mungkin sudah dimasukkan dalam sinyal Interrupt aslinya, atau prosessor
mungkin harus mengeluarkan sebuah permintaan kepada perangkat, bahwa Interrupt yang dikabarkan untuk
mendapatkan sebuah repon, harus mengandung informasi yang dibutuhkan.
Sesekali, program counter yang sudah dimuat, prosessor memprosesnya ke proses siklus selanjutnya, yang dimulai dengan pengambilan sebuah instruksi. Karena pengambilan instruksi ditentukan oleh isi dari program counter, kontrol dipindahkan ke program Interrupt-handler. - Pada saat ini, program counter dan PSW yang berkaitan pada program yang di ganggu, sudah di simpan dalam control stack. Namun, terdapat informasi lainnya yang dianggap bagian dari keadaan program eksekusi. Khususnya, isi dari register prosessor perlu disimpan, karena register ini dapat digunakan oleh interrupt handler. Jadi, semua nilai ini, ditambah beberapa keadaan informasi lainnya, perlu disimpan. Khususnya, interrupt handler akan dimulai dengan menyimpan isi dari seluruh register di dalam stack (tumpukan)
- Interrupt handler sekarang bisa melanjutkan proses interrupt. ini termasuk sebuah pemeriksaan dari informasi status yang berhubungan dengan operasi Input/Output atau lainnya yang menyebabkan sebuah Interrupt (interupsi)
- Ketika proses interrupt sudah selesai, nilai register yang tersimpan akan diambil dari stack, dan dikembalikan ke register
- Akhirnya, tindakan terakhirnya adalah mengembalikan nilai PSW dan nilai program counter dari stack. Sebagai hasilnya, instruksi selanjutnya yang akan dieksekusi berasal dari program interrupt sebelumnya.
Ini sangat penting untuk menyimpan seluruh keadaan informasi mengenai
gangguan program selama dimulainya nanti. ini karena Interrupt bukanlah sebuah sesuatu yang biasa dipanggil dari sebuah
program. Sebaliknya, Interrupt dapat
terjadi pada setiap waktu, dan pada point manapun, dalam eksekusi dari seorang
pengguna program. Kemunculannya tidak bisa di prediksi.
Bab III
Kesimpulan
Kesimpulan
Interrupt
merupakan sebuah pesan atau sinyal penting, yang menyampaikan sebuah masalah
yang terjadi dalam sistem operasi, dan harus segera di solusikan. Interrupt ini bukanlah dikatakan sebagai
pengganggu dari aktivitas kita, melainkan membantu kita untuk memberitahukan
masalah yang terjadi dalam sistem, sehingga meminimalisir kerusakan pada
komputer. Setiap komputer pasti akan mengalami Interrupt, dan jika itu terjadi, maka mikroprosessor akan
menghentikan seluruh aktivitas kita, dan mengerjakan permintaan khusus
tersebut. Segeralah untuk mengatasi masalah tersebut, agar masalah tersebut
tidak meluas.
Bab IV
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
https://melrizah0110.blogspot.co.id/2013/10/makalah-interupsi.html
http://cyntiadunkz.blogspot.co.id/2013/05/interupsi-pada-windows.html
http://trisnoinformatika.blogspot.co.id/2011/12/pengertian-interrupt-arsitektur.html
https://thesolidsnake.wordpress.com/2013/11/20/memahami-interrupt-di-komputer/
https://wahyualamsyah.wordpress.com/2010/03/19/interupsi-dalam-sistem-komputer/
https://manajemenmemori.wordpress.com/2010/10/31/konkurensi-dan-keamanan/
https://www.youtube.com/watch?v=EKZ2dFIFeas
http://al-share.blogspot.co.id/2011/06/perintah-dasar-pemrograman-assembly.html
http://deviceskomputer.blogspot.co.id/2013/04/perintah-khusus-bahasa-assembly.html
Stallings, William. 2015. Operating Systems: Internals and Design Principles. Pearson Ltd.
Kolkata. tags:
- Apa itu Interrupt?
- What is Interrupt?
- Type of Interrupt
- Interrupt Proccess
- Papper about Interrupt
- artikel tentang Interrupt
- Bagaimana Interrupt bisa terjadi

.png)

.gif)



.gif)



.gif)
.gif)