Translate

Saturday, 23 November 2013

TUGAS TIK (membuat Cisco Packet Tracer)

Tugas 1

Ini contoh jaringan yang dibuat melalui Cisco Packet Tracer





Kalau ingin melihatnya, bisa didownload di bawah ini:

disini............

**) jika file ada yang dalam bentuk ".exe", ubah lah menjadi ".pkz"

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya ^-^



Saturday, 16 November 2013

Pengalaman Live-in SMA Ananda kelas 11 Tahun Ajaran 2013-2014

LIVE-IN





Pada tanggal 22 Oktober 2013, pukul 20.00 kita sampai di desa Banjaroya. Pada saat sampai disana, kita harus berjalan kaki melewati hutan. Dihutan itu lumayan seram, untung ada warga disana yang memandu kita. Sesampainya disana kita disambut oleh warga yang baris berbanjar kesamping, kita pun menyalam-nyalami satu per-satu warga disana. Setelah itu kita semua disuruh kumpul, untuk penyerahan murid kepada orang tua asuh. Setelah pembagian orang tua asuh, kita pun berpisah kerumah orang tua asuh kita masing-masing.
                Saat di rumah orang tua asuh kami ber-4, rumahnya sangat sederhana. Mereka mereka punya 2 orang anak dan 1 orang cucu. Anaknya yang pertama sudah berkeluarga, namanya pak Farid. Dia ini dulu nya pernah bekerja di Bekasi, tepatnya diKalimalang. Sedangkan anaknya yang kedua itu sekarang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Yogyakarta, tapi saya lupa namanya :D. Saat itu kami diceritakan oleh ayah angkat kami, bahwa lokasi ini sering dijadikan sebagai lokasi KKN oleh para mahasiswa di Yogyakarta, salah satunya ialah UGM dan lokasi ini pun pernah terkena debu vulkanik pada peristiwa meletusnya Merapi. ayah angkat ku bermata pencaharian sebagai pencari kayu bakar, sedangkan ibu angkat kami bermata pencaharian sebagai pembuat gula jawa
                Selama kami disana, kami diajarkan beberapa hal seperti membuat gula jawa, memberi makan kambing, memasak, dll. Disana juga sangat berbeda dengan disini, kalau disini suasananya sangat ramai dan berisik, sedangkan disana suasananya lumayan sepi dan sunyi, bahkan setiap malamnya, suara jangkrik itu lebih keras dari suara kita.
                Hari ke-1, pagi-pagi saya diajarkan bagaimana menggabungkan beberapa batang pohon duren menjadi 1 batang saja, katanya dengan cara itu, pohon duren akan lebih cepat tumbuh. kemudian saya diajarkan apa saja bahan-bahan untuk membuat gula jawa. salah satu bahan utamanya itu adalah air yang ada didalam batang pohon kelapa, orang-orang sana sudah terbiasa memanjat pohon kelapa untuk mengambil air yang ada dalam pohon kelapa, tetapi saya takut untuk manjat pohon kelapa, karena terlalu tinggi hehehehehe. setelah itu, saya dan teman saya menemani ibu kepasar, dua teman ku yang lainnya diam dirumah. ternyata sayur-sayuran disana lebih murah dan segar-segar, sampai-sampai aku berencana untuk membawa oleh-oleh cabai setan untuk keluarga ku di Bekasi. setelah pulang, kami  pun makan pagi. setelah makan pagi, kami membagi tugas, saya membantu ibu membuat gula jawa didapur, satu teman ku menyapu halaman, dan 2 orang lainnya mencuci pakaiannya sendiri (aku tidak ikut mencuci karena dari bekasi aku belum mandi :D , jadi apanya yang mau dicuci :D )
                Hari ke-2 sama seperti hari ke-1, pengalaman yang saya dapatkan pada hari itu adalah bagaimana cara mengupas bawang, memberi makan kambing, dll. saat malam hari nya, kami mengundang guru-guru pendamping untuk makan bersama di rumah kami. setelah makan malam, salah satu guru kami mengajak kami untuk keliling desa sambil mengunjungi teman kami yang sedang dalam masalah, rumah mereka sangat sederhana, dan agak gelap. hal itu yang membuat mereka resah. setelah itu pak guru menyuruh kami untuk mengambilkan air secukupnya yang ada di rumah pak dukuh ke rumah ini. saat diperjalanan, aku merinding karena hanya ber-4. untung saja anak dari ayah angkat kami (Pak Farid) adalah salah satu panitia pelaksanaan live-in, jadi kami minta tolong dia untuk mengantarkan air dari rumah pak dukuh ke rumah teman kami. pak Farid pun pergi ditemani salah satu teman kami dengan motornya pak Farid. setelah 15 menit kemudian, mereka pun pulang dan menceritakan apa saja yang terjadi.
                Hari ke-3 (hari terakhir disana), aku pergi mengunjungi sendangsono dan candi borobudur. Aku pergi bersama sebagian dari mereka, ada beberapa temanku yang tidak ikut dengan alasan yang berbeda-beda. tapi itu tidak jadi hambatan untuk pergi kesana. setelah selesai mengunjungi kedua tempat itu, kami pulang ke desa lagi. setelah itu, seluruh warga desa dan murid-murid SMA Ananda berkumpul didepan rumah pak dukuh untuk berbagi kesan selama live-in 3 hari ini berjalan. saat acara itu, banyak anak perempuan yang menangis karena akan berpisah dengan orang tua asuh mereka. setelah itu, kami bersama ibu kami pulang ke rumah untuk berbagi kesan dengan mereka selama 3 hari berlangsungnya live-in. disitu kita juga diberi dan memberi bingkisan oleh mereka dan juga foto-foto untuk kenangan bersama keluarga. setelah itu kami pun pergi di antar oleh pak Farid pergi ke tempat menunggu nya Bus. selama menunggu bus, ternyata keluarga kami semuanya ikut menunggu kami menunggu bus. aku-pun sangat senang, dapat melihat mereka sekali lagi sebelum pulang ke Bekasi. akhirnya, pada pukul 21.00 bus kami pun datang menjemput, dan kami akhirnya pergi meninggalkan desa Banjaroya.

                Hal yang paling berkesan menurut saya adalah saat hari terakhirnya, pada saat hari terakhir, kami diberikan oleh-oleh dari mereka, kami sangat senang mendapat oleh-oleh itu. Setelah itu, sore harinya kami berkumpul bersama keluarga untuk berbagi kesan dan pesan selama live-in di rumahnya. Setelah itu kami pun pergi ke tempat bus berkumpul ditemani keluarga. Selama menunggu, aku bertanya ke ibu angkat ku, "Bu, suasana waktu anak-anak KKN pas udah mau pisah gmn bu?" terus ibu jawab, "Kalo waktu anak KKN udah pada mau pulang, biasanya anak-anak pada nangis sambil pamit ke orang tua asuhnya. Tapi kok sekarang beda ya? kali ini anak-anaknya malah pada nyanyi-nyanyi" terus aku jawab "Mungkin Live-in nya kurang lama kali bu wkwkwkwk". Setelah menunggu kurang lebih 2 jam, bus pun datang menjemput kami. Barang-barang kami di bantu bawakan oleh keluarga kami.
                Pada saat sudah naik bus, rasanya aku belum puas, inginnya sih lebih lama lagi disini, karena masih banyak aktivitas yang belum dilakukan kami bersama keluarga ini. Tapi sekarang memang waktunya untuk berpisah, aku harap kalian baik-baik saja disana dan semoga nanti kita bisa bertemu lagi dikemudian hari.